Posts

Pintar Mengelola Aset

Image
Tulisan ini diterbitkan di koran “Tribun Medan” Edisi Januari 2012 Berapa banyak dari kita yang tahu persis Aset yang kita miliki saat ini? Saya rasa hanya sebagian kecil orang yang tahu persis Aset yang dimiliki, padahal hal tersebut sangat penting untuk kita ketahui dengan jelas.  Sebagian besar dari kasus yang dianalisa pada saat Financial Check Up di AFC Financial Check Up adalah tidak sehatnya proporsi/komposisi Aset.  Apa saja yang termasuk Aset dan bagaimana Aset yang disebut sehat itu? Mari kita bahas bersama ya.. Aset dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang kita miliki yang mempunyai nilai. Jadi Aset sebenarnya bukan hanya dalam bentuk uang atau barang tapi bisa juga berupa ide, ketrampilan/ skill , waktu, nama baik, jaringan/ network , karena itu aset bisa dikategorikan menjadi Tangible Asset yaitu Aset berwujud dan Intangible Asset yaitu Aset tidak berwujud.  Saat ini kita akan lebih fokus pada Aset yang memiliki wujud, tapi tanp...

Tips Keuangan for Single

Image
Topik ini dibawakan saat saya siaran rutin di Sindo Radio FM (@SindoRadioFM) bersama penyiar @liachristie Kamis, 14 Juni 2012 at 10:00 am. Perencanaan keuangan sangat baik dimulai saat kita masih single, karena belum memiliki tanggungan (anak) dan belum ada pengeluaran rumah tangga.  Sebagian besar masalah keuangan didalam keluarga terjadi karena salah satu (suami/istri) atau malah kedua-duanya memiliki masalah keuangan sebelum menikah. Karena itu sangat penting mempersiapkan kondisi keuangan yang sehat saat masih single dan melakukan Financial Check Up secara berkala agar kondisi keuangan yang tidak sehat bisa segera diperbaiki. Berikut ini hal-hal yang penting dan harus dilakukan ya para single ;) Mengumpulkan Dana Darurat . Untuk Single idealnya 3x Gaji/Pengeluaran. Jadikan target ini sebagai latihan menabung, karena pada saat sudah berkeluarga Dana Darurat yang dibutuhkan semakin besar (Dana Darurat penting saat keadaan darurat terjadi, PHK, sakit/kecelaka...

Money Talks? How?

Image
Money talks dominate us most of the time, because many things need money, right? We often worried about something that out of our control, rather than what’s in our’s. We blame easily, rather than take responsibilty and action. When it comes to money, everything will becomes too sensitif even between two people that already promise “till death do us apart” That’s why it needs more that smart to talk this topic in a nice way, it needs understanding, good approach and clear goals. Meet many people and know how they handling their money makes me learn many things when we discuss to prepare their financial planning. Some of them seems like a child that so enthusiastic to learn more, by asking a lot of question, but some of them do like this is a big responsibilty so they become so serious, the rest of them are very unique that sometimes need an extra patience to understand their behavior. Our tagline in AFC is “Financial Planning should be Simple, Fun and Practic...

Apakah Anda Tahu Kesehatan Keuangan Anda?

Image
Adalah sebuah kesempatan yang luar biasa bagi saya karena bisa melakukan Financial Check Up pada puluhan orang selama lebih dari setahun ini menjadi Financial Advisor di AFC Financial Check Up . Begitu banyak pelajaran yang bisa didapatkan dengan melakukan Financial Check Up ini dan saat ini saya akan berbagi sedikit J Banyak orang datang tanpa tau harus bagaimana dan berbuat apa, tapi berita baiknya mereka telah mengambil langkah penting yaitu BERTANYA. Kita biasa berbicara mengenai banyak hal di pertemuan awal, mengenai apa yang mereka rasa menjadi permasalahan dalam keuangan mereka, apa yang telah mereka lakukan selama ini, apa hasilnya dan apa tujuan keuangan yang penting bagi mereka di masa yang akan datang. Ada 2 tipikal orang yang saya temui: Mereka yang tidak tau kondisi keuangan mereka. Mereka ini lebih fokus pada hal-hal seperti investasi. Mereka yang merasa kondisi keuangan mereka tidak sehat, tapi tidak tahu harus   bagaimana menyehatkanny...

Life Insurance? Need or Not? (Part 2)

Image
Yuk kita lanjut pembahasan dari  Life Insurance? Need or Not? (Part 1)   Dari sekian banyak case yang telah saya lakukan Financial Check Up di AFC, hampir ± 30% yang keuangannya tidak sehat karena pembelian Asuransi yang tidak tepat guna. Tidak tepat guna dalam hal ini bisa mencakup beberapa hal berikut : Orang yang seharusnya belum perlu Asuransi Jiwa, tapi membeli Asuransi Jiwa. Seorang single/belum menikah dan tidak menanggung siapapun, memiliki Asuransi Jiwa bahkan sering lebih dari satu. Seorang Anak yang bukan sumber income keluarga tapi dibelikan Asuransi Jiwa oleh orangtuanya. Sumber income yang memiliki tanggungan sudah memiliki Asuransi Jiwa, namun Uang Pertanggungannya hanya cukup untuk beberapa bulan kebutuhan hidup. Seharusnya Uang Pertanggungan nilainya akan bisa mengcover tahun-tahun dimana tanggungan terkecil/anak masih belum mapan/bersekolah. Sumber income yang memiliki tanggungan sudah memiliki Asuransi Jiwa, namun dicover sampai dengan usia ...

Life Insurance? Need or Not? (Part 1)

Image
Apakah kita akan membawa ban cadangan dimobil kita, walau TIDAK PASTI kita akan memerlukannya dijalan? Apakah kita akan mengunci pintu rumah kita, walau TIDAK PASTI ada orang tidak dikenal masuk ke rumah kita? Apakah kita akan menyekolahkan anak kita, walau TIDAK PASTI anak kita akan berhasil disekolahnya? Saya yakin hampir semua dari kita menjawab YA untuk beberapa pertanyaan diatas. Pertanyaan selanjutnya apakah kita akan membeli Asuransi Jiwa untuk sumber income keluarga kita, karena   SUDAH PASTI sumber income keluarga kita akan meninggalkan kita suatu saat nanti, cepat atau lambat? Jika jawaban untuk pertanyaan terakhir adalah TIDAK atau BELUM TENTU, maka mari kita renungkan sejenak beberapa hal penting yang merupakan dasar yang menjadikan Asuransi Jiwa penting dalam suatu Perencanaan Keuangan Keluarga: Asuransi Jiwa dibutuhkan oleh setiap orang yang memiliki nilai ekonomis/sumber income dan memiliki orang lain yang bergantung pada dirinya. Dalam ...

Kontrak atau KPR?

Image
Pernahkan anda membayangkan berapa besar biaya yang dikeluarkan jika kita terus menerus kontrak dan tidak memiliki rumah? Berdasarkan data dan fakta yang saya pelajari dari orang tua saya, pada tahun 1982 biaya kontrak Rp. 150.000 untuk satu tahun. Orang tua saya memutuskan untuk KPR tahun 1982 untuk Rumah senilai Rp. 7.000.000, uang muka Rp. 950.000 dan cicilan fixed /tetap Rp. 64.000 selama 15 tahun. Jadi Total Bayar sekitar Rp. 11.520.000. Gaji papa saya tahun 1982 sekitar Rp. 125.000, berarti cicilan Rp. 64.000 itu 51% dari gaji. Dan sampai 1997 tahun terakhir bayar cicilan rumah, gaji papa saya sekitar Rp. 2.000.000 dengan cicilan masih tetap Rp. 64.000 sehingga hanya 3.2% dari gaji! Jika dibandingkan dengan saudara orang tua saya yang sampai saat ini masih kontrak, maka biaya yang dikeluarkan adalah kira-kira totalnya sejumlah Rp. 65.000.000 diambil dari tahun pertama (1982) Rp. 150.000 sampai dengan tahun terakhir (2012) sekitar Rp. 8.700.000 per tahun untuk biaya ...